8.000 Komunitas Datangi Sunday Market

8.000 Komunitas Datangi Sunday Market,
Upaya Menuju Ancol Creative City

 
Mungkin banyak yang heran ketika beberapa waktu lalu PT Pembangunan Jaya Ancol mencanangkan rencana mengembangkan kawasan wisata Ancol menjadi salah satu pusat pengembangan sektor ekonomi kreatif. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai  tempat tujuan pariwisata yang dikenal dengan wahana permainan seperti Dunia Fantasy, Atlantis dan Sea World dan pantai Carnaval, kok seperti tiba-tiba ingin menjadi salah satu ikon lokasi ekonomi kreatif.

Dalam beberapa waktu terakhir ini, istilah ekonomi kreatif memang semakin populer. Ini tidak terlepas dari prospek sektor ini di masa datang.  Pemerintah pun kini semakin getol mendorong pertumbuhan sektor ini. Setelah meluncurkan blue print sektor ekonomi  kreatif tahun lalu, pemerintah mencanangkan tahuni 2009 ini sebagai Tahun Indonesia kreatif. Sejumlah program

sunday-market

telah dirancang di bawah koordinasi Departemen Perdagangan.  Targetnya, bagaimana mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif sehingga kontribusinya terhadap perekonomian nasional yang kini sudah mencapai Rp 110 triliun atau 6,3% PDB naik menjadi 10% pada 2015.
Bagi Indonesia, sektor ini boleh dikatakan sangat prospektif, terutama untuk ekonomi kreatif yang berbasis budaya. ”Keragaman budaya nusantara adalah potensi yang harus dimanfaatkan agar memberi nilai ekonomis dan nilai tambah bagi bangsa,” kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam satu kesempatan.

Hal yang sama juga diungkap oleh Gubernur DKI Fauzi Bowo. Malah menurut Gubernur, dalam konteks pembangunan Jakarta, upaya  pemberdayaan dengan meningkatkan partisipasi kelompok masyarakat kreatif atau creative community seperti kaum profesional, pekerja pelayanan jasa, serta pekerja seni sangat penting. “Pertumbuhan ekonomi dan kemajuan budaya dapat terwujud melalui kreatifitas warga itu sendiri,” kata Fauzi Bowo.

Dan dia menegaskan potensi yang dimiliki oleh creative community tersebut tidak akan berkembang dan tidak akan memiliki peran dalam pembangunan, apabila tidak didukung oleh suasana yang kondusif untuk berkarya dan berpartisipasi seperti tersedianya ruang publik . Dan inilah seperti yang tengah disiapkan PT Pembangunan Jaya Ancol yaitu menyiapkan satu destination untuk menjadi ruang bagi berbagai komunitas mengembangkan kreatifitas dan menampilkan hasilnya.

Karena itu, terkait dengan konsep pengelolaan kawasan yang dikembangkan manajemen kasawasan Wisata Ancol saat ini, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa tujuan menjadi salah satu ikon ekonomi kreatif sangatlah tepat. Dan tentunya, untuk mencapai tujuan tersebut Ancol tidak bisa jalan sendiri, butuh dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah (Pemda DKI).
Dan sejauh ini, dukungan tersebut sudah mulai terlihat. Setidaknya isyarat itu terlihat dari komentar Menteri Perdagangan seusai mendengar paparan Direksi PT Pembangunan Jaya Ancol saat melakukan kunjungan pada pertengahan Januari lalu. ”Excited, kita menyambut baik rencana pengembangan Ancol menjadi ikon ekonomi kreatif. Dan Ancol sangat berpeluang karena salah  satu kendala pengembangan ekonomi kreatif adalah kurangnya  ruang publik bagi pelaku ekonomi kreatif, dan Ancol berpeluang untuk menyediakannya,” ujar Mari begitu Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol  Budi Karya Sumadi menutup pemaparannya.

Setidaknya ada 5 subsektor ekonomi kreatif yang berpotensi memanfaatkan berbagai fasilitas yang akan dikembangkan oleh Ancol yaitu Seni dan Kerajinan, Kuliner, Musik dan Performing Art. Fasilitas yang akan disediakan antara lain galery, exhibition, trading, audotorium, sekolah, pelelangan.
Terkait dengan hal itu,  melengkapi fasilitas yang sudah ada saat ini seperti Pasar Seni, Art Academy, Outbondholic, Pantai Carnaval dan berbagai tempat kuliner seperti Bandar Jakarta, Jimbaran dan Le Bridge, ke depan Ancol akan membangun Floating Deck, Ancol BayCity yang antara lain dilengkapi studio dan Auditorium berkapisitas 5.000 orang, Putri Duyung Conevention Hall, Sunday Market dan Floating Market serta Samudera Camping Ground. ”Sebagian diantaranya sudah dalam tahap kontruksi. Bila tidak ada masalah semuanya bisa diselesaikan pada 2012,” kata Budi Karya.
Malah lanjut Budi, untuk Sunday Market dan Samudera Camping Ground akan dicanangkan pembangunannya pada akhir pekan ini (15/1) yang dihadiri sekitar 5.000 undangan khusus dari berbagai komunitas, mulai komunitas otomotif seperti AXIC (Avanza Xenia), Honda Jazz sampai komunitas sepeda seperti Bike to Work.

Target pengembangan kawasan ini adalah menjadikannya sebagai tempat pertemuan berbagai komunitas yang kini tumbuh menjamur di Jakarta, termasuk pelaku ekonomi kreatif. ”Pasar ini dibuka seminggu sekali, dan diharapkan tidak hanya menjadi sarana pelaku ekonomi memamerkan dan menjual produknya, tapi sekaligus menjadi sarana tukar menukar informasi. Sesuai dengan konsep kehidupan masyarakat kita, sesungguhnya pasar bukan hanya tempat transaksi jual beli, tapi juga tempat bersosialisasi dan tukar menukar informasi sekaligus membangun komunitas. Inilah dasar pengembangan Sunday Market, disamping menjadi sarana rekreasi bagi masyarakat secara luas,” kata Budi.

Sedangkan mengenai Camping Ground, menurut Budi dikembangkan dalam konsep edutainment. ” ”Camping Ground akan dilengkapi dengan berbagai kegiatan yang bersifat mendidik. Dan yang tidak kalah penting, selama ini sarana camping hampir semuanya di daerah pegunungan, dan Ancol kini menawarkan camping dengan nuansa laut,” kata Budi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s